Simulasi Pengunjuk Rasa Tertembak Brimob di KPU

Simulasi Pengunjuk Rasa Tertembak Brimob di KPU

- detikNews
Rabu, 04 Mar 2009 10:20 WIB
Simulasi Pengunjuk Rasa Tertembak Brimob di KPU
Jakarta - Peluru yang ditembakkan oleh satuan Brigadir Mobil (Brimob) Polda Metro Jaya menembus kaki seorang pengunjuk rasa. Pengunjuk rasa itu pun terkulai di aspal di depan kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada Rabu (4/3/2009).

Pemandangan ini merupakan simulasi Operasi Mantap Brata yang dilangsungkan di halaman parkir Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya sejak pukul 07.30 WIB hingga pukul 09.30 WIB.

"Operasi Mantap Brata merupakan operasi pengamanan Pemilu 2009," ujar Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Zulkarnain Adinegara kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Simulasi tersebut melibatkan seluruh satuan Brimob, Gegana Anti Teror 88, Samapta, Intel, Serse serta Satuan Lalu Lintas Polda Metro Jaya. Dalam simulasi tersebut, pengunjuk rasa yang merupakan partisipan partai Hitam Putih itu telah melakukan aksi anarkis.

Massa yang berjumlah 200 orang tersebut melakukan unjuk rasa di depan kantor simulasi KPU. Massa merasa tidak puas atas perolehan suara yang dimenangkan oleh partai oposisi, yakni Partai X.

Serbuan Partai Hitam Putih ke kantor KPU kemudian dihadang oleh anggota Dalmas dari Satuan Samapta. Polisi wanita pun melakukan negosiasi dengan para pengunjuk rasa.

Usaha negosiasi gagal. Kemudian anggota Dalmas melakukan pembentengan dengan formasi menutup tameng. Bahkan anggota K9 (polisi hewan) mencoba mengamankan situasi dengan menerjunkan anjing pelacak.Namun tidak juga berhasil diredam, hingga akhirnya satuan Brimob turun tangan dengan dibantu oleh water cannon, pengunjuk rasa tidak mampu menembus barikade dan dapat dicerai berai.

Sebelumnya, Partai Hitam Putih juga menyerang partisan partai X yang tengah melakukan kampanye, sehingga terjadi chaos antara Partai X dan Partai Hitam Putih. Berkat anggota dari satuan Brimob, kekacauan pengunjuk rasa berhasil diredam.

Β  (mei/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads