Hal itu diungkapkan Sultan usai menghadiri acara dialog 'Menuju Indonesia Makmur Yang Berkeadilan Sosial' yang digelar Masyarakat Jogja Rantau di Hotel Hyatt, Jl Palagan Tentara Pelajar, Sleman, Selasa (3/3/2009) malam.
"Ndak ada masalah kok, karena suasana yang saat itu dengan sekarang berbeda," kata Sultan.
Menurut Sultan, pertemuan tersebut tidak harus dalam pengertian Ciganjur I atau Ciganjur II. Konstelasi politik saat ini juga berbeda. Pembicaraannya bukan masalah ajakan Gus Dur untuk golput, tetapi ada banyak agenda permasalahan Bangsa Indonesia yang perlu dibicarakan bersama.
"Kalau saya kira bukan seperti itu (golput-red), dan saya akan menggunakan hak pilih. Kalau itu terjadi ada hal-hal strategis yang perlu dibicarakan bersama mengenai bangsa dan negara. Kalau momentum dan isunya berbeda, kenapa tidak," ungkap suami GKR Hemas itu.
Dia menambahkan, saat ini dirinya masih terus berkeliling ke daerah-daerah di seluruh Indonesia. Tujuannya adalah untuk melakukan dialog dan mendengarkan suara rakyat di daerah.
"Saya masih terus keliling daerah. Ini bukan kampanye tapi dialog. Kalau kampanye itu ada waktunya nanti," kata Sultan. (bgs/sho)











































