"Mungkin dong (koalisi dengan PDIP), kenapa tidak. PDIP sudah bikin Baitul Muslimin," kata Tifatul kepada wartawan usai diskusi di Kantor DPP Golkar, Slipi, Jakarta, Selasa (3/3/2009).
Menurut politisi asal Sumut ini, dalam pemilu 2014 nanti tidak akan lagi perbedaan ideologi partai dan perbedaan geografis. Hal itulah yang mendukung koalisi PKS dan PDIP sangat mungkin terjadi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, dalam kaidah usul fiqhΒ yang menjadi landasan majelis syuro mengambil keputusan politik juga memungkinkan adanya kepemimpinan perempuan. Hal ini semakin membuat peluang koalisi PKS dan PDIP semakin terbuka jika hasil pemilu legislatif menuntut langkah itu.
"Dalam kaidah usul fiqh pun menyebutkan, daripada tidak ada pemimpin sama sekali, bisa saja mendorong pemimpin perumpuan. Kaidah usul fiqh ini telah memberi ruang untuk menjadi pemimpin,"paparnya.
Keseriusan Golkar Usung JK Dipertanyakan
Selain membuka peluang koalisi dengan PDIP, PKS tetap memberikan harapan koalisi dengan Golkar. Namun demikian, syarat koalisi dengan Golkar harus didasari sikap bulat partai itu mendukung JK.
"Kita tunggu perkembangan di Golkar. Siapa pun yang akan dicapreskan asal itu definitif ya akan kita ikuti," paparnya.
Saat ditanya apakah PKS sudah final untuk mengusung Hidayat Nurwahid, Tifatul menjawab,"Untuk PKS, Pak Hidayat belum definitif, karena di PKS itu ada 8 capres, salah satunya adalah Hidayat." (yid/nrl)











































