Kualitas Pemilu 2009 Diprediksi Merosot

Kualitas Pemilu 2009 Diprediksi Merosot

- detikNews
Selasa, 03 Mar 2009 16:22 WIB
Kualitas Pemilu 2009 Diprediksi Merosot
Yogyakarta - Kualitas pemilu 2009 diprediksi merosot dibanding pemilu 1999 dan 2004. Penyebabnya adalah keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) mengenai caleg terpilih ditetapkan dengan suara terbanyak. Keputusan ini akan melanggengkan praktek politik uang.

Hal itu diungkapkan pengamat politik Universitas Gadjah Mada (UGM) Arie Sujito dalam acara diskusi publik di gedung PWI Yogyakarta, Jl Gambiran 45, Selasa (3/3/09).

"Faktor yang cukup berperan menurunkan kualitas pemilu tahun ini adalah keputusan MK. Dan parpol tidak bisa mengontrol dan menindak calegnya bila melakukan money politic," katanya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Arie, parpol tidak memiliki etika untuk melarang para calegnya melakukan politik uang. Sebab yang terpenting bagi parpol adalah bagaimana caleg tersebut bisa memperoleh sebanyak mungkin suara. Panwaslu dan PU pun tidak memiliki kekuatan untuk melakukan tawar menawar dengan partai.

"Toleransi seperti ini akan memerosotkan kualitas demokrasi," katanya.

Arie menambahkan, politik uang juga tidak diimbangi dengan perlawanan dari masyarakat. Padahal jika masyarakat terdidik dan terorganisir untuk melawannya, kualitas demokrasi pasti meningkat.

"Tapi kenyataannya sebagian besar tidak bisa melakukan itu. Saya sedih sekali, pemilu 2009 ini diprediksikan kualitasnya akan merosot," ungkapnya.

Arie juga mengatakan, keputusan MK mengenai suara terbanyak itu juga akan menyebabkan peran parpol terhadap caleg semakin berkurang. Caleg akan sibuk mengurusi dirinya sendiri dan visi misi partai pun terpinggirkan.

"Besok para caleg yang jadi legislatif tidak merasa berhutang budi pada partai, karena sekarang yang dibangun bukan partai, tetapi membangun suara terbanyak berbasis individu," papar Arie.

Dia memprediksi, lima tahun kedepan orang pasti tidak tertarik menjadi pengurus partai. Partai hanya akan dipakai sebagai kendaraan saja pada pemilu.

(djo/djo)


Berita Terkait