PKS Bakal Ditinggal Pemilih Jika Gagal Atasi Konflik Internal

PKS Bakal Ditinggal Pemilih Jika Gagal Atasi Konflik Internal

- detikNews
Selasa, 03 Mar 2009 13:59 WIB
PKS Bakal Ditinggal Pemilih Jika Gagal Atasi Konflik Internal
Jakarta - Pengamat politik UI Arbi Sanit menilai Partai Keadilan Sejahtera (PKS) akan ditinggalkan pemilihnya jika tidak bisa menyelesaikan perbedaan internal soal capres dan cawapres. Lebih dari itu, PKS bisa menjadi berantakan seperti Golkar jika para pimpinannya tetap mengedepankan ego dalam menentukan capres dan cawapres.

"Perbedaan pendapat di partai seperti PKS bisa lebih bahaya dari pada partai lain. Karena partai ini terbiasa tertib. Kalau tidak diatasi, bisa jadi berantakan berkeping-keping seperti Golkar," kata Arbi kepada detikcom, Selasa (3/3/2009).

Menurut Arbi, meskipun beberapa elit PKS membantah adanya konflik, pernyataan Anis Matta yang akan mengusung Sultan Hamengku Buwono X di satu pihak, dan manuver Tifatul Sembiring yang mengundang JK di pihak lain, merupakan bukti konkret adanya perbedaaan keras di tubuh PKS. Perbedaan ini diyakini akan serius bila tidak dicarikan titik temunya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Perbedaan antara Anis dan Tifatul itu sudah bukti. Itu bibit-bibit konflik. Tifatul terlalu agresif dengan lari ke Golkar, ke mana lagi. Sementara, Anis juga tak mau kalah," paparnya.

Arbi menilai perbedaan ini akan merusak imej PKS yang dikesankan tertib dan profesional."Kasus ini akan membuka mata rakyat Indonesia dan kader PKS, bahwa PKS pun tak lepas dari konflik internal," pungkasnya.
(yid/nrl)


Berita Terkait