Usulkan Sultan, Anis Matta Ingin Ganjal Hidayat?

Usulkan Sultan, Anis Matta Ingin Ganjal Hidayat?

- detikNews
Selasa, 03 Mar 2009 11:49 WIB
Usulkan Sultan, Anis Matta Ingin Ganjal Hidayat?
Jakarta - Kedekatan JK dengan Hidayat pasca pertemuan di Mampang tak menyurutkan Sekjen DPP PKS Anis Matta terus mencari terobosan. Berbagai alternatif calon yang akan diusung PKS pun terus digulirkan. Termasuk mencoba mengangkat nama Sri Sultan Hamengku Buwono X.

Sumber detikcom di DPP PKS mengatakan, manuver Anis ini dimaksudkan untuk mengganjal langkah Ketua MPR Hidayat Nurwahid untuk maju dalam pilpres 2009. Dengan statemen Anis yang mengatakan PKS mengincar Sultan, otomatis hubungan PKS , Hidayat dan JK akan renggang.

Pernyataan Anis tersebut secara otomatis akan berimplikasi menurunnya kans Hidayat sebagai capres atau cawapres. Alasannya,baik Sultan maupun Hidayat sama-sama tokoh dari Jawa, khususnya Jawa bagian tengah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Itu bisa jadi cara Ustadz Anis untuk mengganjal Ustadz Hidayat saja. Soalnya dengan mengangkat nama Sultan, kan nggak mungkin PKS mengusung nama Hidayat lagi. Soalnya sama-sama Jawa, yaitu dari Yogya dan Klaten," papar sumber tersebut kepada detikcom, Selasa (3/3/2009).

Menurut sumber tersebut, Anis memang memiliki kecerdasan bermain politik yang lihai. Karenanya, manuver Anis selalu mengagetkan kader dan senior PKS. Namun demikian Anis tetap menjadi tokoh sentral dalam perpolitikan PKS saat ini.

"Ustadz Anis ini memang cerdas orangnya. Gagasannya kadang lebih maju dari yang lain. Kita tidak kepikir dengan ide itu, Ustadz Anis yang sudah memunculkan. Tapi kadang memang banyak menyakiti orang akhirnya," paparnya.

Meski demikian, lanjut sumber tersebut, sosok politikus seperti Anis Matta ini masih sangat dibutuhkan di PKS. Karena tanpa politisi seperti Anis, PKS hanya akan lebih mengedepankan unsur dakwah daripada politik.

"Kita butuh orang seperti Ustadz Anis. Karena dengan adanya sosok begitu ada balancing di tubuh PKS sebagai organisasi dakwah dan politik," paparnya.

Salah satu keuntungan dengan memunculkan sosok Sultan di tengah kemesraan JK- Hidayat adalah agar PKS tidak hanya mau berkoalisi dengan cek kosong. Tetapi semua langah koalisi ini dilakukan dengan pertimbangan dan perhitungan yang jelas.

"Dengan wacana itu akan mengingatkan kita, kalau kita koalisi, semua harus jelas hitungannya. Tidak hanya mengatakan siap-siap untuk koalisi. Tetapi nantinya, kita malah dikadalin," pungkasnya. (ape/nrl)


Berita Terkait