Hal itu diungkapkan Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Dr H. Haedar Nashir kepada wartawan di kantor Jl Cik Ditiro No 23, Yogyakarta, Senin (2/3/2009).
"Muhammadiyah rileks saja menghadapi pemilu 2009 ini. Itu bukan hal yang penting," kata Haedar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Muhammadiyah tidak akan melancangi parpol. Muhammadiyah tidak akan mengajukan calon karena tidak masuk agenda," tegas Haedar.
Menurut dia, saat ini parpol dalam memilih pemimpin lebih mementingkan atau berorientasi pada partainya sendiri. Muhammadiyah lebih menekankan pada visi-visi kenegaraan. Kalaupun harus menyampaikan hanya soal kriteria
kepemimpinan nasional misalnya dari aspek moral.
"Sekali lagi, kita tidak ada agenda itu. Muhammadiyah punya mekanisme sendiri. Soal kepemimpinan kita juga punya syarat yakni seorang pemimpin nasional itu harus bisa memimpin bangsa ini. Itu bukan hal yang mudah," katanya.
Haedar menambahkan dalam sidang tanwir di Bandar Lampung pada tanggal 5 - 8 Maret 2009 nanti akan dibuka oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan ditutup oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla. (bgs/djo)











































