"Memang sampai saat ini belum ada parpol besar atau menengah yang mendukung secara tegas. Tetapi, dari komunikasi kami, banyak yang mempertimbangkan nama Deddy. Ini menjadi motivasi kami untuk terus bergerilya," papar Direktur Campaign 'Deddy for President' Uncu Natsir kepada detikcom, Senin (2/3/2009).
Menurut mantan anggota DPR ini, sosok Deddy sangat simpatik dan menarik di lingkungan parpol besar dan menengah karena integritasnya selama ini. Selain itu, popularitas Deddy juga menjadi magnet yang diyakini akan mampu menjadi daya tarik tersendiri bagi parpol-parpol yang belum memiliki capres dan cawapres.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain 2 faktor itu, lanjut Uncu, figur Deddy juga dapat diterima publik Indonesia karena sosoknya yang dikenal memiliki ketegasan. Deddy juga dianggap satu-satunya tokoh yang dinilai mampu memberikan harapan perbaikan bangsa yang lebih baik seperti yang dia tunjukkan dalam film-film garapannya.
"Untuk menjadi pemimpin itu kan sederhana, tegas dan berani dalam mengambil keputusan. Selain itu, pemimpin itu harus selalu memberikan harapan. Bang Deddy punya itu semua, selain dia punya integritas dan popularitas," paparnya.
Saat ditanya mengenai penilaian para pengamat yang menyatakan pencapresan Deddy Mizwar hanya dagelan politik untuk menghibur rakyat, Uncu dengan tegas membantahnya. Menurutnya, pengamat yang menilai Deddy hanya bahan lelucon, menunjukkan yang bersangkutan tidak memahami politik secara menyeluruh.
"Kalau ada pengamat yang bilang begitu, ya tidak apa-apa, karena mereka tidak paham. Mereka hanya pandai berteori, tetapi miskin di praktek. Ya, wajar lah," paparnya.
Terkait parpol mana saja yang sudah diajak komunikasi untuk mengusung Deddy, Uncu menjawab, "banyak yang sudah kita jalin, tetapi saya belum bisa mengungkapkannya sekarang. Tunggu saja ya," (yid/iy)











































