"Partai yang keberatan cuma PKS dan Golkar. Dan mereka sudah saya datangi. Saya klarifikasi bahwa gambar itu intinya tidak ada unsur pelecehan atau pemanfaatan atribut partai lain untuk mencari popularitas," kata Aria kepada detikcom, Minggu (1/3/2009).
Aria kembali menjelaskan, gambar belasan lambang parpol tersebut berada di atas foto dirinya. Karena itu, dia merasa sudah menempatkan lambang tersebut secara terhormat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia melihat saat ini antar parpol maupun caleg bersaing secara tidak sehat dan didasari rasa permusuhan yang tajam.
"Memang di atas itu ada simbol PDIP. Itu mengisyaratkan bahwa PDIP punya Piagam Perjuangan Indonesia. Yang bersatu adalah Indonesia yang ditandai minimnya derajat penggunaan kekerasan dalam proses politik, sosial dan ekonomi. Nah piagam perjuangan itu saya ekspresikan dalam baliho saya," jelas caleg nomor urut tiga dapil V Jateng ini.
Panwaslu menganggap baliho itu bentuk kampanye? Menjawab hal tersebut, Aria mengatakan, tidak ada unsur mengajak untuk memilih dirinya dalam baliho itu. Namun, dia menyerahkan sepenuhnya kepada Panwaslu untuk menilainya.
"Sekarang sudah ada sekitar 11 baliho yang saya turunkan. Yang empat diturunkan oleh Panwas," pungkasnya. (irw/irw)











































