"Masih perlu waktu. Karena Deddy kan baru launching sebagai capres. Apakah dia mau jadi cawapres? Masih kita lihat dulu parpol siapa yang dukung nanti," ujar Ketua Bapilu PDIP Tjahjo Kumolo saat ditanya apakah partainya membuka peluang Deddy untuk cawapres Mega.
Hal itu disampaikan Tjahjo lewat pesan singkat kepada detikcom, Minggu (1/3/2009).
Tjahjo menjelaskan, dukungan suara riil dari parpol pengusung tidak kalah penting dibandingkan popularitas calon. Karena dukungan suara parpol di pemilu legislatif penting bagi keterpilihan calon di Pilpres.
"Kita belum tahu perkembangan dan gelagatnya nanti. Setidaknya menunggu hasil pileg yang fair. Karena popularitas calon juga penting, tapi dukungan riil partai juga penting," ujarnya.
Tjahjo menambahkan, peluang Deddy menjadi cawapres Megawati juga tergantung dari hasil survei yang dilakukan pihaknya terhadap sejumlah tokoh yang dianggap mempunyai dukungan suara. "Tergantung surveinya bagaimana," pungkasnya. (lrn/asy)











































