PDK Riau Dukung Jenderal Naga Bonar Jadi Capres

PDK Riau Dukung Jenderal Naga Bonar Jadi Capres

- detikNews
Minggu, 01 Mar 2009 01:05 WIB
PDK Riau Dukung Jenderal Naga Bonar Jadi Capres
Pekanbaru - Partai Demokrasi Kebangsaan (PDK) Provinsi Riau memberikan apresiasi dan dukungannya kepada Deddy Mizwar alias Jenderal Naga Bonar untuk maju menjadi capres. Dukungan ini justru berseberangan dengan ketua umum PDK Ryaas Rasyid yang menudukung Jusuf Kalla sebagai capresnya.

Dukungan terhadap Deddy Mizwar ini disampaikan oleh Sekretaris Umum PDK Provinsi Riau, Eddy Akhmad RM kepada detikcom, Sabtu (28/02/2009) di Pekanbaru. Menurut Eddy, meski dukungan ini baru pendapatnya pribadi, namun dirinya akan menyampaikan wacana ini dalam Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) PDK yang berlangsung besok, Minggu 1 Maret di Jakarta, sebagai usulan salah satu capres yang akan diusung PDK.

Menurut Wakil Ketua Komisi D DPRD Riau ini, ada beberapa pertimbangan dirinya memilih Naga Bonar. Pertama, dari pidato politik Deddy dalam deklarasinya di Taman Ismail Marzuki (TIM). Eddy menilai, cuma Deddy yang berani mengatakan akan merubah sistem yang dinilai selama ini gagal.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Persoalan yang terjadi di bangsa ini, bukan menyangkut soal mentalitas, melainkan karena sistem yang bobrok, baik sistem politik, hukum dan sebagainya. Oleh sebab itu, harus ada keberanian untuk menata kembali sistem yang tidak becus ini," tegasnya.

Alasan yang kedua menurut, sudah saatnya diwacanakan agar presiden itu tidak mesti orang Jawa. Sebab, selama Indonesia merdeka, presiden yang selama ini dipercayakan kepada orang Jawa, ternyata gagal menjalankan amanah.

"Apa salahnya presiden itu orang Betawi, Melayu, Minang, Batak, Bugis dan sebagainya. Masak orang Jawa terus yang terang-terangan gagal mengelola bangsa dan pemerintahan ini," jelasnya.

Eddy tidak menganggap dukungan dirinya terhadap Deddy sebagai sebuah masalah. Terlebih ketua partai Eddy justru menjagokan JK sebagai presiden.

"Semakin banyak capres, tentu semakin banyak pilhan. Namun tentunya, semua kita pulangkan kepada putusan Rapimnas PDK nanti," pungkasnya.
(cha/mok)


Berita Terkait