"Partai sekarang masang pengumuman siapa yang mau jadi caleg. Ini seperti mengirim TKW ke Timteng saja," kata budayawan Ridwan Saidi.
Hal ini disampaikan Ridwan dalam diskusi "Kualitas Caleg" di Warung Daun Jl Pakubuwono, Jakarta Selatan, Sabtu (28/2/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Padahal, kata anggota DPR/MPR 1977-1987 ini, seorang yang layak menjadi caleg harus memiliki pengetahuan standar legal drafting untuk menjalankan tugasnya jika terpilih sebagai anggota legislatif di parlemen. "Dia harus ngerti ilmu hukum, ilmu negara, dan ilmu tata negara," imbuhnya.
Karena pola rekrutmen caleg masih seperti pencarian TKW ini, ia meragukan kualitas anggota parlemen hasil pemilu 2009. Sistem kenegaraan disebutnya bakal terganggu oleh caleg-caleg yang terpilih hanya dari proses rekrutmen yang tak mementingkan kualitas. Kondisi itu menurutnya akan merusak gambaran rakyat tentang negara yang diidamkan.
"Kalau gini gambaran rakyat tentang virtual state dirusak oleh rekrutmen caleg model TKW," pungkasnya. (Rez/mok)










































