Gonjang-ganjing pecah kongsi SBY-JK, dan manuver politik beberapa menteri diprediksi juga akan meretakkan kesolidan Kabinet Indonesia Bersatu yang
dipimpin SBY saat ini. Apakah Kabinet Indonesia Bersatu akan retak?
Mantan Mensesneg Yusril Ihza Mahendra memaklumi kalau keretakkan di kabinet SBY benar-benar terjadi. Yusril yang dicopot oleh SBY pada tahun 2007 ini, berpendapat keretakkan kabinet menjelang pemilu adalah konsekuensi yang wajar dari kabinet yang multi partai.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun demikian, menurut Yusril retaknya kabinet sangat tergantung dari kebijakan presiden untuk menjaga keutuhan kabinet. Apalagi kabinet SBY diisi oleh beberapa menteri yang berasal dari partai politik.
Terkait hal ini, dia mencontohkan kebijakan Megawati ketika kabinetnya pada tahun 2004 ditinggal pergi sejumlah menterinya. Kala itu, sejumlah menteri memilih hengkang dari kabinet mendekati digelarnya pemilu.
Di antara menteri yang pergi itu adalah SBY dan JK. Yusril tidak ikut meninggalkan kabinet. Tapi dialah yang meneken pencalonan SBY-JK sebagai capres koalisi Demokrat, PBB, dan PKPI.
"Saya yang waktu itu meneken pencalonan SBY. Tapi saya tetap di kabinet,
dan pada waktu itu saya bilag ke Bu Mega. Beliau bilang tidak apa-apa tetapi kerja di kabinet harus tetap utuh," cerita Yusril.
Oleh karena itu Yusril, menyarankan kepada SBY, jika ada menterinya yang ingin
berkampanye agar diberi izin. "Jadi soal keutuhan kabinet tergantung kebijaksanaan presiden yang memerintah sebagai incumbent dalam pilpres," tandasnya. (Rez/lrn)











































