PD: PKS dan Golkar Hanya Pacaran, Belum Tentu Berjodoh

PD: PKS dan Golkar Hanya Pacaran, Belum Tentu Berjodoh

- detikNews
Jumat, 27 Feb 2009 14:41 WIB
PD: PKS dan Golkar Hanya Pacaran, Belum Tentu Berjodoh
Jakarta - Ketua DPP Partai Demokrat (PD) Anas Urbaningrum mengilustrasikan pertemuan PKS dan Golkar semalam seperti orang yang sedang berpacaran. Belum tentu orang yang berpacaran itu akan berjodoh di akhirnya. Karena itu PD tidak terlalu khawatir dengan langkah Golkar dan PKS itu.

"Saling berkomunikasi dan mendekati adalah hal yang wajar. PD juga berkomunikasi dan mendekatiΒ  Golkar, PKS, PKB, PPP, PAN, PBB, PKPI, dan lain-lainnya," kata Anas kepada detikcom, Jumat (27/2/2009).

Menurut Anas, koalisi antar parpol untuk mengusung capres tertentu adalah sebuah langkah awal. Ibarat seseorang mencari jodoh, bisa saja setelah lamaran dan pacaran lama, pasangan itu berpisah karena tidak berjodoh.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Koalisi adalah mirip perjodohan. Mendekati belum berarti berjodoh. Mendekati mirip dengan pacaran. Ada pacaran yang berujung perjodohan, ada pula yang putus di tengah jalan. Ada pula yang tidak kelihatan pacaran, tetapi ternyata malah berjodoh," paparnya.

Mantan anggota KPU ini menambahkan , yang terpenting saat ini bagi PD membangun komunikasi sebanyak-banyaknya dengan partai manapun, termasuk dengan PKS. Apalagi PD dan SBY juga rencananya akan diundang PKS setelah JK.

"Jadi, sekarang ini tidak ada yang meninggalkan dan ditinggalkan. Semua adalah
perkenalan biasa saja. PD kabarnya juga akan diundang untuk kesempatan berikutnya. Jadi, tidak ada yang aneh dengan kehadiran JK di markas PKS," papar Anas.

Mantan ketua umum PB HMI ini membantah jika pertemuan JK dan petinggi PKS itu dalam rangka melawan SBY. Sebaliknya, PD justru senang karena pertemanan yang selama ini terjalin dapat dipertahankan oleh Golkar dan PKS.

"Saya yakin bukan dalam rangka meninggalkan atau melawan SBY. Keduanya adalah partai sahabat, sesama partai di dalam pemerintahan. Kami senang kalau sahabat bertemu sahabat. Kami berduka kalau sahabat berseteru dengan sahabat," pungkas Anas. (yid/asy)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads