Demikian disampaikan Sekjen PDIP Pramono Anung seusai mendampingi Ketua Dewan Pertimbangan Pusat PDIP Taufiq Kiemas menemui Gus Dur. Pertemuan berlangsung pdi kantor PBNU, Jl Kramat Raya, Jakarta, Kamis (26/2/2009).
"Positif bila orang membangun komunikasi politik untuk nanti bisa bersama-sama. Kita apresiasi hal itu," kata dia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun kepastian parpol mana saja yang akan PDIP lamar sebagai pasangan koalisi baru akan diputuskan setelah melihat hasil Pemilu 2009. Sebab bagaimana pun dari waktu ke waktu perkembangan di lapangan dapat berubah sewaktu-waktu.
"Deklarasinya (koalisi) tergantung perkembangan yang ada. Tapi sekarang komunikasi sudah dibangun dan beberapa parpol lain akan bersama-sama menjadi sebuah kekuatan," tutur Pram.
Sayangnya pertemuan Taufiq Kiemas dengan Gus Dur petang ini bukan membahas peluang koalisi PDIP dengan PKB. Sejauh ini PDIP menjadikan Partai Golkar sebagai calon pasangan potensial, dan peluang koalisi dua parpol besar itu sudah dirintis sejak pertengahan tahun lalu.
"Koalisi tetap. Ya harus tetap PDIP dengan Golkar," jawab Kiemas ditanya tentang peluang koalisi dengan PKB.
(lh/ken)











































