KPU Usul TPS di NTT & Bali Ditaruh Dekat Tempat Ibadah

KPU Usul TPS di NTT & Bali Ditaruh Dekat Tempat Ibadah

- detikNews
Kamis, 26 Feb 2009 17:18 WIB
KPU Usul TPS di NTT & Bali Ditaruh Dekat Tempat Ibadah
Jakarta - Pemilu legislatif digelar pada 9 April mendatang. Dan momen ini berbarengan dengan perayaan hari keagamaan umat Katolik di Nusa Tenggara Timur dan hari keagamaan umat Hindu di Bali.

Agar pemilu tetap berlangsung, KPU mengusulkan sejumlah cara agar warga tetap bisa memberikan suaranya tanpa terganggu melaksanakan ibadah.

"Kami mengusulkan mendekatkan TPS ke tempat ibadah. Lalu mempercepat waktu pemberian suara sehingga bisa dimulai pada pukul 07.00 WIB dan pukul 09.00 WIB sudah bisa langsung menghitung suara," jelas Ketua KPU Abdul Hafiz Anshary.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hal ini disampaikan Hafiz dihadapan 25 tokoh agama dan 1 aliran kepercayaan dalam dialog antara KPU dengan sejumlah tokoh agama di Hotel Nikko, Jl Thamrin, Jakarta, Kamis (26/2/2009).

Untuk mengantisipasi persiapan pelaksanaan pemilu, Hafiz menambahkan, bisa disiasati dengan mencari petugas pemungutan suara di TPS dari umat beragama yang lain.

"Bisa juga mencari petugas TPS yang beragama lain yang tidak beribadah pada saat itu," imbuhnya.

Keberatan umat Katolik di NTT dan umat Hindu di Bali untuk menggeser pelaksanaan pemilu pada 9 April juga tidak mungkin dipenuhi oleh KPU.

Hafiz menambahkan, pergeseran tanggal pelaksanaan pemilu mustahil dilakukan karena hal itu menyangkut dengan Undang-undang.

"Pelaksanaan pemilu tidak bisa digeser karena ini berkaitan dengan Undang-undang," tandasnya.

Sebelumnya, umat Katolik di NTT dan umat Hindu di Bali menyatakan keberatannya terkait pelaksanaan pemilu yang jatuh pada tanggal 9 April. Pada hari itu umat Katolik sedang merayakan hari Kamis Putih dan umat Hindu merayakan hari Purnama. (Rez/ndr)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini