"Apa yang dikatakan Surya Paloh, soal calon tunggal itu belum pasti. Karena partai mesti menyelesaikan masalah internal dan eksternal," kata Ketua DPP Partai Golkar Muladi di kantornya, Jl Medan Merdeka Selatan, Kamis (26/2/2009).
Pencalonan itu menurutnya tidak sengaja direncanakan, tapi karena gara-gara pernyataan Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Ahmad Mubarok, yang dianggap merendahkan.
"Yang membuat harga diri orang-orang Golkar menjadi bangkit. Kemungkinan JK naik sendiri, tapi opsi SBY-JK masih terbuka," imbuhnya.
Dia menjelaskan masalah internal di Golkar yakni masalah internal dalam sistem penjaringan dan nanti kalau JK yang tertinggi dia yang maju.
"Tapi di Golkar ada faksi-faksi lain, tapi bukan berarti ada perpecahan. Ada kelompok pro SBY-JK, ada yang pro koalisi dengan PDIP, dan ada yang ingin penjaringan sampai selesai. Tapi itu tergantung suara legislatif. Jadi koalisi belum kita tentukan sama sekali, semuanya baru wacana dan kecenderungan," urainya.
Siapa saja capres dari Golkar? "Ada Aburizal Bakrie, Akbar Tandjung, Sultan Hamengku Buwono X, dan kalau langsung ditonjolkan JK, marah yang lain," tandasnya.
(ndr/iy)











































