"Kita minta masyarakat kritis untuk memilih pemimpin. Jangan sampai terjadi penipuan seperti di iklan-iklan yang menyatakan harga kebutuhan pokok sudah turun. Jangan pilih pemimpin yang ingkar janji," kata Ketua LPI Boni Hargens saat mengunjungi Pasar Rumput, Manggarai, Jakarta Selatan, Kamis (26/2/2009).
Menurut Boni, iklan yang ditayangkan oleh Partai Demokrat adalah iklan penyesatan yang dilakukan sistematis. Bahkan iklan tersebut, dinilai tidak sesuai dengan kenyataan yang ada di
lapangan, seperti di pasar-pasar tradisional.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Boni menyatakan, iklan partai pendukung Presiden SBY terkait harga sembako murah secara substansi adalah memanipulasi masyarakat, sehingga rakyat terjebak dengan iklan tersebut.
Sementara seorang pedagang sembako di Pasar Manggarai, Ny Wiwid (51) mengaku, saat ini kondisi harga sembako terus naik. Naiknya harga sembako ini justru tidak menguntungkan pada pedagang.
"Harga-harga terus naik, tidak pernah turun. Saya kecewa dengan pemerintah, tapi apa boleh buat, saya harus mengikuti. Akibatnya, susah menjualnya," ungkap perempuan asal Sragen, Jawa Tengah yang telah 25 tahun berdagang di Pasar Rumput ini didampingi suaminya, Warsono.
Keluhan Wiwid juga disampaikan pedagang sayuran di tempat yang sama. Ny Suminah (40) juga mengeluhkan, mahalnya harga kebutuhan pokok. "Katanya kebutuhan pokok sudah turun. Tapi kok semakin mahal," ujarnya.
Dicontohkan Suminah, harga telur mencapai Rp 15.000 per kilogram, bawang merah mencapai Rp 9.000 per kilogram. Belum harga kebutuhan pokok yang lainnya.
Menanggapi keluhan pedagang tersebut, Bonni tetap bertekad menggalang kekuatan agar iklan manipulasi tidak lagi terjadi. (zal/ken)










































