"Kita ingin mentradisikan berpolitik dengan seni.Β Bermain politik dengan serius tetapi humoristik. Kita sudah menemukan sosoknya, Jenderal Nagabonar," kata Mukhlis pada detikcom, Kamis (26/2/2009).
Selama ini, lanjut Mukhlis, banyak orang yang memberhalakan jabatan presiden. Akibatnya semua berebut mencapainya dengan menghalalkan segala cara. Mulai dari money politics sampai kecurangan-kecurangan yang mungkin dilakukan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Atas dasar filosofi itulah, lanjut Mukhlis, Deddy Mizwar siap maju sebagai capres walaupun selama ini jiwanya berkembang dan menyatu dalam dunia seni dan budaya.
"Semangat moral dan tradisi yang agung dari nenek moyang kita dalam berpolitik yang hilang inilah yang mengugah Deddy untuk tampil. Kalaupun tidak jadi, paling tidak dia sudah ikut cawe-cawe memperbaiki," terangnya.
Jadi kalau nanti pada ujung pendaftaran capres belum ada yang mendukung Deddy sebagai capres, apa yang akan dilakukan? "Kita tidak akan ikut-ikutan membeli partai untuk menjadi kendaraan politik kita. Kalau nanti tidak ada yang mendukung, ya kita berserah diri pada Allah. Yang pasti, kita tetap akan berjihad di jalan komedi," pungkasnya sambil tertawa.
(yid/nrl)










































