"Yang saya pahami, Ibu Mega tidak merasa ada masalah apa-apa. Kenapa menjelang pemilu dan Pilpres, tiba-tiba dimunculkan oleh Presiden SBY hanya soal belum ketemu," kata Tjahjo.
Hal ini disampaikan dia melalui pesan singkat kepada wartawan di DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (26/2/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Presiden SBY sibuk sebagai presiden dan Mega sibuk sebagai ketua umum partai, itu saja. Kan tidak ada masalah yang penting dibahas berdua terkait pemerintahan. Biarlah alam dan Tuhan Yang Maha Esa yang mengetahuinya," beber pria berkacamata ini.
Menurut dia, masih banyak kinerja pemerintah yang perlu dioptimalkan buat rakyat Indonesia daripada membahas masalah pertemuan Presiden SBY dan Mega.
"Saat Presiden Gus Dur memecat Pak SBY sebagai menteri dan Ibu Megalah yang kemudian mengangkatnya, mengembalikan kehormatan SBY sebagai Menkopolkam dalam kabinetnya," kata Tjahjo.
Dalam forum Nonton Bareng 'Akhirnya SBY Bicara' yang tayang di Indosiar, Rabu 25 Februari 2009 malam, SBY menceritakan, pada 2004, saat hubungannya dengan Mega memburuk, dia telah berusaha mengontak Mega. Namun tak pernah tembus sehingga SBY memilih mundur sebagai Menko Polkam.
Setelah terpilih jadi presiden, SBY juga berusaha mengontak Mega lagi namun gagal hingga kini. (aan/nrl)










































