"Apakah pengantian menteri akan menjadikan kabinet efektif, tidak mungkin. Masa pemerintahan ini tinggal beberapa bulan lagi, kalau menterinya baru belajar jaringan kekuasaan saja belum selesai, apalagi mau kerja," kata Arbi pada detikcom, Kamis (26/2/2009).
Menurut Arbi, reshuffle hanya akan menambah persoalan baru di pemerintahan SBY. Hal itu terjadi kerena SBY akan semakin ditinggalkan para pendukung koalisinya yangΒ direshuffle.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Arbi meminta presiden terpilih dalam Pilpres 2009 nanti berani bertindak tegas dalam menyusun kabinet. Jika presiden terpilih masih mengakomodasi anggota kabinet dari unsur parpol, kesemrawutan politik menjelang pemilu 2014 akan terulang lagi.
"UUD kan jelas, sistem kita presidensiil. Tapi pelaksanaanya maih separoh-separoh. Ini karena ada sistem yang salah. Kalau presidensiil, presiden tidak usah memasukkan orang parpol di kabinet, agar tidak terjadi lagi seperti sekarang ini," paparnya.
Sebelumnya diberitakan, Presiden SBY didesak melakukan reshuffle kabinet karena beberapa menteri yang berasal dari parpol sudah tidak efektif kinerjanya. Selain itu, reshuffle didorong agar SBY lebih mantap dalam menyelesaikan tugas dan masa baktinya sebagai presiden. (yid/nrl)











































