Demikian disampaikan Ketua KPU Abdul Hafiz Anshary di Hotel Nikko, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (26/2/2009).
Acara ini dihadiri 25 tokoh keagamaan dari 5 agama dan 1 perwakilan aliran Konghucu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sebab, kami sangat yakin tokoh-tokoh agama mempunyai kedekatan yang bisa efektif mensosialisasikan segala sesuatu tentang pemilu," ujar dia.
KPU juga meminta tokoh agama menginformasikan kepada umatnya tentang tanggal pemilu, dan cara memilih yang bukan lagi mencoblos tetapi mencontreng.
"Terkait pada tanggal 9 April di NTT yang pada saat itu umat katanya bentrok dengan pelaksanaan Paskah dan sebagian umat Hindu di Bali yang juga katanya bentrok dengan pelayanan keagamaan, kami berharap tokoh agama yang bersangkutan membantu memberikan pemahaman untuk tetap bisa mengikuti pemilu," beber Abdul. (aan/iy)











































