Munculnya nama Jusuf Kalla (JK) sebagai salah satu capres dari Partai Golkar membuat Partai Demokrat diprediksikan akan mengalami kerugian.
"Seharusnya Partai Demokrat merugi sekarang ini," kata Wakil Direktur
Eksekutif Bapilu Partai Golkar, Jeffrie Geovanie usai acara dialog kenegaraan bertajuk "Peta Koalisi Pasca Kesediaan JK Menjadi Presiden", di Gedung DPD RI, Rabu (25/2/2009).
Menurut Geovanie, Partai Golkar terus menjaga hubungan baik dengan partai-partai besar untuk mempersiapkan pilpres sejak dini. Partai Golkar, tidak hanya fokus di pilpres namun juga dalam membina hubungan untuk koalisi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
politik, minimal sebagai persiapan sebelum koalisi besar yang akan muncul
setelah pemilu legislatif," imbuh Geovanie.
Pandangan senada juga diungkapkan Guru Besar Ilmu Politik dari Universitas
Indonesia,Β Maswardi Rauf. Maswardi memandang perpisahan SBY-JK dalam
pilpres 2009 membuat Partai Demokrat harus segera menyusun koalisi baru
dengan partai politik lain.
"Partai Demokrat sebagai pihak yang dirugikan harus menyusun strategi dari
sekarang, jangan sampai terlambat," ungkap Maswardi.
"Kalau terlambat bisa tidak dapat teman," pungkasnya. (van/gus)











































