Hanya saja kali ini posisi JK kalah pamor dari Prabowo. Posisi bagi Ketua Umum Partai Golkar itu adalah bakal cawapres dan yang menjadi bakal capres adalah Ketua Dewan Pembina Gerindra.
"Duet Prabowo-JK lebih cocok. Figur JK kurang populer dibanding Prabowo sebagai bakal capres. Ini bisa menjadi alternatif Pilpres 2009," jelas Bonny Hargens, pengamat politik dari Universitas Indonesia dalam diskusi di Gerindra Media Centre, Jl Prapanca, Jakarta, Rabu (25/2/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Apresiasi terhadap JK kurang, karena dia pedagang maka dianggap pendukung kapitalis. Makanya dia kurang populer," alasan Bonny.
(lh/gun)











































