"Pertemuan itu di luar konteks AD/ART, tapi tidak dilarang. Itu wajar," ujar Wakil Ketua Umum Partai Golkar Agung Laksono usai menghadiri acara Deklarasi Antikorupsi oleh Parpol di Gedung KPK, Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (25/2/2009).
Agung mengatakan, pertemuan DPD-DPD tersebut belum dikoordinasikan dengan DPP Partai Golkar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Agung, pencapresan Partai Golkar akan diumumkan saat rapimnas khusus usai pemilu legislatif. "Itu kan sudah diungkapkan di rumah beliau (JK). Sikap DPD bisa diterima tapi keputusannya setelah rapimnas khusus setelah pemilu nanti," ungkap Ketua DPR ini.
Agung mengatakan, Golkar akan tetap membuka peluang koalisi kepada partai mana pun termasuk koalisi dengan Partai Demokrat (PD) kembali.
Apakah mungkin kembali mengusung SBY-JK? "Boleh-boleh saja. Kita lihat dulu hasil surveinya, sekarang keputusannya kan belum final," tegas Agung.
(nik/nrl)











































