"Kita siapkan ini, tetapi mudah-mudahan jangan sampai dipakai," ujar Darpito di sela-sela gelar pasukan antihuru hara di di Markas Brigif-I Pengamanan Ibukota/Jayasakti, Kalisari, Jakarta Timur, Rabu (25/2/2009).
Gelar pasukan ini melibatkan seluruh batalyon di tubuh Kodam Jaya. Anggota pasukan huru-hara ini menunjukkan berbagai kemampuan untuk mengamankan massa yang anarkis.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Darpito menyatakan titik rawan saat pemilu terjadi pada saat penentuan pemenang pemilu diumumkan. "Pada pemilu akan ada yang menang dan yang kalah. Pada situasi perebutan kemenangan inilah titik yang paling rawan untuk terjadinya gangguan keamanan," katanya. (nal/nrl)











































