Pertemuan parpol pendukung Deddy Mizwar berlangsung di Restaurant Bebek Bali, Senayan, Jakarta, Selasa (24/2/2009). Hanya 8 perwakilan dari 10 parpol yang mendukung sang Jenderal Nagabonar yang hadir dalam pertemuan itu.
Kedelapan parpol itu yaitu Partai Kedaulatan, PPD, Partai Buruh, Partai Merdeka, PKDI, PBB, PPI, PPDI. Sementara perwakilan PKPI dan PSI belum datang. Sedangkan dua tokoh yang akan dipasangkan, Deddy dan Saurip Kadi, tidak menghadiri acara yang diawali makan siang ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Usulan Saurip Kadi menjadi pasangan Deddy Mizwar disampaikan Ketua DPP PPDI Indrawati Soegandi. "Teman-teman di daerah mendukung Pak Saurip. Tapi nanti akan diputuskan di Rapimnas," kata Indrawati.
Meski partai gurem itu sepakat mendukung Deddy Mizwar, tapi mereka belum mencapai kesepakatan tentang posisi Deddy Mizwar dan Saurip Kadi. Posisi siapa yang akan dijadikan capres dan cawapres masih akan dibahas dalam pertemuan lanjutan pada Jumat (27/2/2009) mendatang.
"Sekarang siapa capres dan cawapresnya belum ditentukan," kata Justiani, tim sukses pasangan Deddy Mizwar-Saurip Kadi
Pos terakhir yang dijabat Mayjen (Purn) Saurip Kadi sebelum pensiun adalah Asisten Teritorial TNI AD di era pemerintahan Presiden Gus Dur. Ketika itu yang menjabat sebagai KSAD adalah Jenderal (Purn) Tyasno Sudarto.
Namanya jadi dikenal gara-gara isu "Dokumen Bulak Rantai" pada pertengahan tahun 2000. Saurip bersama Pangkostrad Letjen TNI Agus Wirahadi Kusumah (almarhum) dan sejumlah perwira TNI AD disebut-sebut mengadakan pertemuan gelap membahas reposisi di tubuh TNI AD.
(iy/lh)











































