"Masing-masing capres saling gertak lewat media," kata pakar marketing politik dari Universitas Indonesia, Firmanzah, saat bedah buku berjudul "Marketing Politik" di Gedung DPD, Senayan, Jakarta, Selasa (24/2/2009).
Dalam buku karangannya ini, dosen UI ini menggambarkan bagaimana manuver politik capres yang menuai pro dan kontra.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Firman juga menjelaskan bagaimana Sutiyoso terus berjuang menjadi capres independen.
Buku ini juga mengungkap bagaimana Wiranto, Prabowo, Megawati, dan Sultan HB X yang sibuk mencari dukungan dan saling gertak secara politis.
"SBY-JK juga tidak pernah sepi gertakan politik, dua-duanya sibuk melakukan klaim terhadap keberhasilan pemerintah," kata Firman.
"Manuver ini digunakan untuk coba-coba, saling gertak, saling klaim, berharap agar masyarakat memilih di pemilu yang semakin dekat ini," lanjut dia. (van/aan)











































