"Saya tidak mengincar jabatan wapres. Sekarang, saya hanya ingin kembali ke DPD. Itu pun karena saya merasa ada pekerjaan yang belum selesai yaitu menuntaskan sistem perwakilan dua kamar yang efektif," kata Ginandjar.
Hal ini disampaikan Ginandjar usai mengajar di Graduate School of Asia-Pacific Studies di Tokyo, Jepang, saat dihubungi detikcom Selasa (24/2/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya merasa ini bagian dari tanggung jawab saya kepada masyarakat. Pertama, karena sebagai wakil ketua MPR periode 1999-2004, saya turut dalam proses amandemen UUD 1945, yang antara lain melahirkan DPD," beber eks menteri pertambagan dan energi ini.
Ginandjar mengaku belum berhasil mengupayakan penegasan sistim parlemen bikameral di Indonesia saat dirinya memimpin DPD. Selain itu, Ginandjar mendapat desakan dari banyak tokoh dan kelompok masyarakat di Jawa Barat agar kembali maju bersaing memperebutkan kursi anggota DPD Jabar.
"Banyak kalangan di Jawa Barat merasa bahwa Jawa Barat sangat kurang terwakili di tatar nasional," ujar guru besar di Waseda University, Tokyo, Jepang ini.
Ginandjar menambahkan masih banyak ketimpangan dan permasalahan di daerah yang memerlukan perhatian dan penanganan secara sungguh-sungguh dan fokus. Khususnya, banyak hal yang masih harus dimantapkan dalam politik desentralisasi dan otonomi daerah di Indonesia.
Ginandjar sebelumnya disebut-sebut mengincar kursi cawapres jika perolehan suaranya mencapai 3 juta lebih dalam pencalonannya sebagai anggota DPD. Capres yang diincar Ginandjar adalah SBY. Isu ini beredar dari para tokoh politik di Jawa Barat. (yid/aan)










































