Sumber detikcom menjelaskan bahwa SBY sedang mengincar 2 kader terbaik Golkar yang saat ini sudah menyatakan kesiapannya bersaing dalam Pilpres 2009. Kedua kader itu adalah Akbar Tandjung dan Sri Sultan Hamengku Buwono X.
Pilihan terhadap Akbar didasarkan pada hitung-hitungan politik bahwa mantan Ketua DPR itu dianggap masih memiliki kekuatan di tubuh partai berlambang pohon beringin. Selain itu, unsur luar Jawa dari sosok Akbar juga layak diperhitungkan sebagai realisasi politik representasi sebagaimana yang dicontohkan oleh duet Soekarno-Hatta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut sumber itu, dengan kekuatan Akbar yang yang masih mengakar di DPD Golkar dan kader Golkar di daerah itulah, mantan ketua umum Golkar itu diyakini akan mampu menambah suara SBY yang memiliki basis dukungan di pulau jawa. Posisi inilah yang membuat Akbar lebih rasional dipilih SBY sebagai pendampingnya dibanding kader Golkar lainnya.
"Saya dengar, beberapa orang dekat SBY sudah melakukan komunikasi awal dengan Akbar. Tapi apa saja isinya dan kesepakatannya, saya belum tahu," papar sumber tersebut.
Lalu di mana posisi Sultan Hamengku Buwono X? Gubernur Yogya ini dikabarkan juga menjadi incaran SBY untuk digandeng sebagai cawapres. Alasannya, di antara sosok cawapres yang paling populer di dunia survei, Sultan merupakan salah satu tokoh yang paling banyak dipilih. Selain itu, tingkat popularitas Sultan sudah tersebar sampai di pelosok tanah air.
"Sosok Sultan ini fenomenal. Memang, dia tidak punya track record seperti Akbar yang pernah menjadi ketua umum partai dan pengalaman nasional yang memadai. Namun, Sultan ini surveinya bagus dan populer," kata sumber tersebut.
Selain faktor populer, Sultan menjadi salah satu incaran SBY karena terkesan tidak terlalu frontal dalam berpolitik. Hal ini memudahkan sosok Sultan dapat diterima di mana pun. Sehingga dengan menggandeng Sultan, SBY akan mendapatkan tambahan suara dari orang-orang yang selama ini tidak suka dengan SBY.
Peran Sultan dalam politik nasional sudah terlihat sejak zaman reformasi 1998 lalu juga memberikan angin positif pada sosoknya. Orang yang mengikuti pemberitaan media saat itu akan dengan mudah mengingat bahwa Sultan juga memiliki peran penting dari bergulirnya reformasi dengan adaya pertemuan Ciganjur saat itu.
"Semua orang kan tahu, salah satu tokoh yang mendorong reformasi pada 1998 adalah Sultan selain 4 tokoh penting dalam pertemuan Ciganjur. Peran Sultan ini akan menjadi kekuatan bagi dia untuk alasan maju dalam pilpres besok," papar sumber tersebut.
Ketua DPP PD Anas Urbaningrum menegaskan bahwa partainya belum membahas
mengenai capres dan cawapres sebelum pemilu 2009. Ketegasan sikap ini didasarkan pada amanat Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat SBY dan pilihan politik yang rasional menghadapi Pilpres 2009.
"Kita sikapnya sudah final, soal capres dan cawapres baru dibahas setelah pemilu legislatif. Sekarang kita kerja untuk pemilu dulu. Tidak ada yang lain," tegas dia. (yid/asy)











































