SBY-JK Pisah, PKB dan PPP Diuntungkan

SBY-JK Pisah, PKB dan PPP Diuntungkan

- detikNews
Senin, 23 Feb 2009 11:34 WIB
 SBY-JK Pisah, PKB dan PPP Diuntungkan
Jakarta - Kesiapan JK untuk melawan SBY dalam Pilpres 2009 membuat peta politik nasional berubah. Partai-partai menengah seperti PKB dan PPP yang sebelumnya tidak dipandang menjadi berharga sangat mahal untuk digandeng dalam koalisi.

Ketua DPP PKB Abdul Kadir Karding menilai retaknya duet SBY-JK berimplikasi pada posisi PKB yang selama ini hanya diangap sebelah mata akibat konflik berlarut-larut. Pernyataan JK yang siap 'perang' melawan SBY dalam pilpres 2009, otomatis menjadikan posisi PKB lebih baik dan akan dilihat para capres lainnya untuk digandeng dalam koalisi.

"Tentu kami sedih kalau antara presiden dan wapres sekarang itu bertengkar. Namun, kalau benar Pak JK maju sebagai capres, PKB akan dilihat para capres itu," kata Karding pada detikcom, Senin (23/2/2009).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski menjadi sorotan, lanjut Karding, PKB tidak akan terlena. Karena itu, seluruh jajaran kader dan caleg diminta untuk tetap berkonsentrasi memenangkan PKB dalam pemilu 2009.

"Meskipun kita dinilai akan diuntungkan dengan pisahnya SBY-JK, kita tidak ambil pusing soal itu. Konsentrasi kita sekarang bagaimana mampu menambah perolehan suara kita pada 2004 atau minimal mempertahankan," terang Karding.

Ketua DPP PPP Lukman Hakim Saefudin juga tidak membantah dengan bubarnya duet SBY-JK dalam pilpres 2009 akan memberikan 'berkah' pada PPP. Partai berlambang Ka'bah ini akan memiliki peluang lebih besar dalam memainkan peran politiknya. Namun, lanjut Lukman, PPP tidak ingin terjebak pada permainan itu sebelum pemilu legislatif.

"Pada dasarnya kita siap berkoalisi dengan partai mana pun. Tetapi keputusan soal koalisi itu setelah kita mengetahui hasil perolehan suara kita dalam pemilu. Kita tidak proaktif untuk membahas capres dan cawapres karena posisi kita menunggu," terang Lukman.

Sebenarnya, posisi PAN juga akan menjadi penting dengan retaknya hubungan SBY JK ini. Namun karena PAN sudah sejak awal mendeklarasikan diri ingin mengusung capres dan cawares sendiri, posisi politik partai bentukan Amien Rais ini tidak dijadikan target koalisi oleh partai yang akan mengusung capres.

"PAN kan dari awal sudah memprofilkan Sutrisno Bachrir dan ada tokoh PAN yang masih ingin maju, Pak Amien, posisi ini yang membuat PAN agak sulit diterima, kalau tidak mau menurunkan tawarannya," kata ketua DPP Golkar Firman Subagio pada detikcom, Senin (23/2/2009).

Posisi PKB dan PPP yang lumayan bagus ini, lanjut Firman, karena kedua partai ini belum menentukan capres dan cawapres untuk diusung dalam pilpres 2009. Posisi politik inilah yang menjadikan kedua partai kelas menengah ini menjadi menarik hati parpol-parpol pengusung capres karena bisa diajak koalisi dengan konsesi kursi menteri.

Bagaimana dengan PKS? Secara politik, posisi PKS lebih baik daripada PKB dan PPP. Namun, karena PKS dinilai 'genit' akibat suka memasang-masangkan kadernya dengan capres yang ada, dan kesiapan partai ini dengan mengajukan calonnya sendiri, membuat adanyaย  resistensi dari para capres. Akibatnya, posisi PKS yang harusnya menjadi magnet menjadi turun. (yid/asy)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads