"Menariknya, menurut hasil survei, masyarakat yang berharap SBY maju tanpa JK ada sebanyak 44 persen. Sedangkan JK tanpa SBY sangat kecil, hanya sekitar satu koma sekian persen saja," ujar Direktur Eksekutif Pusat Kajian Kebijakan dan Pembangunan Strategis (Puskaptis) Husin Yazid saat dihubungi detikcom, Senin (23/2/2009).
Hal ini menurut Husin, menipiskan peluang keduanya, baik JK maupun SBY untuk sama-sama maju sebagai orang nomor satu. Tak hanya itu, kondisi ini juga bisa memperkuat tingkat elektabilitas pesaing mereka, yakni Megawati dan Sultan Hamengkubuwono X jika keduanya berpasangan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan demikian, kata dia, peluang SBY-JK masih diinginkan masyarakat. Hal ini kebanyakan masyarakat lebih menilai tokoh-tokoh politik dari segi popularitas, kemampuan dan dukungan terhadap tokoh tersebut.
"Selain itu, masyarakat juga menganggap turunnya harga minyak hanya bualan karena sebanyak 75% masyarakat tidak merasakan dampak penurunan minyak," tandasnya. (nov/mad)










































