"Pencalonan ini kita sikapi sebagai dinamika politik saja. Saya kira ini cukup positif. Tapi kita belum ada pembicaraan soal itu sampai menunggu hasil pemilu legislatif," kata Firman pada detikcom, Minggu (22/2/2009).
Menurut Firman, Partai Golkar akan selektif dan hati-hati dalam mengusung pasangan capres dan cawapres. Hal ini dimaksudkan agar Partai Golkar tidak mengulang kesalahan seperti pada pilpres 2004 lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Firman menambahkan, pernyataan JK yang siap melawan SBY dalam Pilpres 2009 merupakan bentuk kesiapan seorang ketua umum partai yang bertanggung jawab.
"Keputusan ini kan meyikapi suara daerah mengenai edaran penjaringan capres itu. Keputusan politiknya di Rapimnassus nanti. Sebagai pemimpin, Pak JK selalu siap jika diminta," kata Firman.
Saat ditanya apakah sudah ada pembicaraan antara Partai Golkar dan PKS mengenai rencana duet JK-Hidayat, Firman menjawab belum.
"Kita belum ada pembicaraan apapun. Kita tidak usah berandai-andai dulu. Yang pastiย bagi Golkar, kepentingan bangsa dan negara itu lebih utama dari lainnya," tutup Firman. (yid/asy)










































