"Kalau akhirnya hal itu (SBY-JK berhadapan) benar terjadi, itu biasa saja. Bukan hal yang membahayakan dan harus dibesar-besarkan. Itu suatu yang wajar sebagai konsekuensi berdemokrasi," kata ketua DPP PD Anas Urbaningrum pada detikcom, Minggu (22/2/2009).
Menurut mantan anggota KPU ini, demokrasi selalu menuntut kesediaan para tokoh politik dan parpol untuk berkompetisi secara sehat dan damai. Karena itu, PD berharap SBY-JK masih bisa bekerja sama sampai akhir pengabdiannya sebagai presiden dan wapres.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami yakin tugas-tugas pemerintahan akan ditunaikan sampai tuntas 20 oktober 2009. Presiden SBY dan Wapres JK kami yakini akan mampu berlaku amat dewasa dan berkomitmen menunaikan mandat rakyat pada Pilpres 2004 dengan tuntas dan bertanggungjawab," papar Anas.
Mantan ketua umum PB HMI ini berharap PD masih dapat berkoalisi dengan Golkar. Pengalaman Golkar sebagai partai politik besar dan senior diharapkan menjadi pilar penting untuk koalisi yang kuat, permanen, dan efektif.
"Semua parpol masih menunggu hasil pileg. Setelah pileg, baru akan ada koalisi dan pasangan capres-cawapres. Membesar-besarkan hal yang belum terjadi adalah dramatisasi
politik yang tidak perlu," kata Anas.
"Yang jelas, pada dasarnya PD tetap berharap dan membuka diri untuk berkoalisi dengan Golkar," pungkas Anas. (yid/asy)











































