"Nggak ada gunanya juga menentukan (wapres) sekarang. Ini sangat tergantung dengan hasil Pemilu Legislatif," ujar Sekjen PD Marzuku Alie kepada detikcom, Minggu (22/2/2009).
Untuk mencalonkan capres/cawapres, menurut Marzuki, partai atau gabungan partai harus mengantongi 20 persen jumlah anggota DPR dan memperoleh 25 persen suara sah dalam Pemilu Legislatif.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Logikannya, lanjut Marzuki, koalisi baru akan dibangun setelah Pemilu Legislatif.Β "Kita nggak mungkin mencalonkan cawapres sekarang. Jika misal cawapres telah ditentukan dan ternyata perolehan suaranya nggak nyampai, berarti bubar dong," jelas Marzuki.
Menurut pria paruh baya ini, belum tentu juga SBY-JK akan pecah kongsi. Karena jawaban JK soal kesiapannya menjadi capres menurutnya hanya jawaban normatif saja sebagai politisi.
"JK menyatakan siap jadi capres itu jawaban normatif. Tapi di lain sisi, JK belum menyatakan kesediaan untuk jadi capres. Artinya, siap belum tentu bersedia," papar Marzuki.
"Saat ini kader-kader Golkar di bawah mengalami euforia. Tapi mereka tidak melihat bagaimana peta sesungguhnya. Dan keputusan Rapimnas Golkar jelas, capres akan ditentukan setelah pIleg," tandasnya. (anw/anw)











































