Survei ini dilakukan sejak tanggal 5-18 Februari 2009 di wilayah Jabodetabek. Dari 720 responden yang diwawancarai, 62 persen adalah laki-laki, sedang sisanya adalah perempuan.
Usia responden berkisar antara 18-46 tahun dengan profesi pelajar, mahasiswa, pedagang, PNS, profesional dan ibu rumah tangga. Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara tatap muka. Lima memastikan sampling error survei ini 0 persen.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Setelah yang bersangkutan melihat secara langsung namanya tercantum dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT)," jelas Said dalam rilis yang diterima detikcom, Jumat (20/2/2009) malam.
Sedangkan 169 responden lainnya, mengaku sudah terdaftar setelah diberitahu orang lain yang telah melihat namanya dalam DPT. Sisanya, 285 orang merasa sudah terdaftar karena pernah didata oleh Petugas Pemutakhiran Data pemilih (PPDP) pada awal tahapan penyusunan daftar pemilih oleh KPU.
Saat ditanya apakah sudah terdaftar sebagai DPT, 241 responden mengaku tidak tahu. Pernyataan ini memberi kesan sikap apatis pemilih terhadap hak-hak politiknya.
"Masyarakat pada kelompok ini merasa hak pilihnya tidak wajib diperjuangkan atau bahkan menganggap pemilu tidaklah penting bagi mereka," pungkasnya. (mok/mok)











































