"JK memang ketua partai, tapi dia dipilih untuk memimpin partai, bukan menjadi calon presiden," tegas politisi perempuan asal Golkar Marwah Daud Ibrahim.
Hal ini ia sampaikan usai menghadiri pembukaan Silahturahmi Nasional Cendekiawan Perempuan Indonesia yang dihelat Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) di Hotel Sahid Jaya, Jakarta, Jumat (20/2/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jika tidak terpilih nantinya, JK diminta untuk bersikap wajar. Meski hampir seluruh DPD disebut-sebut akan mengusung JK sebagai capres, hal ini bukan menjadi keharusan.
"Pemimpin partai bukan pemimpin perusahaan yang sekaligus pemilik dan pemegang saham utama," pungkasnya. (mok/mok)











































