Politisi perempuan Marwah Daud Ibrahim tak ingin hal itu terus-menerus terjadi. "Ooo..diantar ke rumahnya, ditemui saya dia," katanya kepada detikcom, menanggapi masih banyaknya kaum perempuan memilih dalam pemilu yang hanya menuruti apa kata suami.
Hal ini ia sampaikan usai menghadiri pembukaan Silahturahmi Nasional Cendekiawan Perempuan Indonesia yang dihelat Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) di Hotel Sahid Jaya, Jakarta, Jumat (20/2/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun sekarang tidak seperti itu lagi. "Sekarang informasi masuk rumah. Ada koran, ada televisi, ada ponsel, mereka bisa dapat informasi langsung," imbuh peserta konvensi capres Dewan Integritas Bangsa ini.
Marwah optimis, dengan semakin mudahnya mendapat informasi, perempuan Indonesia bisa lebih meningkat kesadaran politiknya. Peran sosialisasi, sambung kader Partai Golkar ini, sedikit-demi sedikit bisa menepis budaya patriarki yang berkembang di Indonesia.
"Insya Allah dengan sosialisasi, budaya seperti ini bisa diatasi," katanya menambahkan.
Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) menggelar silahturahmi yang
mempertemukan cendekiawan muslimah se-Indonesia di Hotel Sahid Jaya, Jakarta, mulai hari ini hingga esok.
Mengambil tema "Meningkatkan Kesempatan Perempuan dalam Sistem Demokrasi Kepemimpinan Nasional", ICMI hendak memberikan jawaban dan jalan keluar terbaik bagi perempuan Indonesia untuk mengejar ketertinggalan dari pria dalam sejumlah peran.
Sebagai tokoh perempuan muslim, Marwah Daud Ibrahim dijadwalkan memberikan ceramah di forum ini. (Rez/mok)











































