"Siapa yang dapat wakil Sultan dia menang. Kuncinya di Sultan," kata pengamat politik Universitas Indonesia (UI) Arbi Sanit usai acara diskusi dialektika demokrasi di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (20/2/2009).
Menurut Arbi, faktor Jawa dalam kepepimpinan nasional masih sangat berpengaruh pada elaktibilitas pasangan calon.Β Sultan adalah representasi terkuat untuk figur Jawa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
politiknya (jadi capres) nanti," tegasnya.
Arbi menjelaskan, jika akhirnya Sultan 'direbut' SBY sebagai cawapresnya,
maka peluang kemenangan JK dengan calonnya akan kecil. Pengamat yang suka berambut kuncir ini menilai peluang duet SBY-Sultan lebih memungkinkan terjadi dibanding JK-Sultan.
"Karena SBY tidak bisa dipilih lagi di 2014, jadi negosiasi dengan Sultan
akan lebih mudah. Tidak seperti dengan JK," pungkasnya. (lrn/yid)











































