"Tentu JK ingin dia yang maju jadi capres. Tapi kalau hasil survei bukan JK, berpeluang menimbulkan perpecahan internal di Golkar," ujar pengamat politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Syamsuddin Haris kepada detikcom, Kamis malam (19/2/2009).
Menurut dia, peluang JK untuk maju menjadi capres lebih besar dibanding calon-calon lainnya di Partai Golkar. Namun, semuanya tergantung prosedur yang akan digunakan untuk menentukan capres.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Walaupun lebih berpeluang, Syamsuddin menilai, tidak serta merta JK akan melenggang maju sebagai capres. "Kalau konsisten dengan hasil Rapimnas 2008 capres didasarkan pada hasil survei," tandasnya.
(did/irw)










































