"Rizal Ramli tidak pernah dikecewakan Yudhoyono dalam soal jabatan. Bahkan dia menolak tawaran posisi menteri perindustrian, kemudian juga menolak tawaran sebagai Meneg BUMN," kata juru bicara Rizal, Adhie Massardi kepada detikcom, Kamis (19/2/2009).
Adhie mengatakan ini untuk mengomentari wawancara SBY dengan salah satu media nasional, 18 Februari kemarin. "Kecewa dan tidak suka karena saya tidak mau memenuhi atau menuruti kemauannya," jelas SBY saat itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi bukan jabatan yang dicari, tapi peluang yang memungkinkan," ujar Adhie.
Bila belakangan ini sering mengkritik kebijakan ekonomi pemerintah, menurut Adhie, itu karena Rizal melihat langkah pemerintah semakin jauh menyimpang dari konsep ekonomi pro-rakyat.
Padahal, selama tiga tahun pemerintahan SBY, Rizal justru sering dimintai pendapatnya tentang masalah ekonomi. Setiap ide yang dilontarkan Rizal, menurut Adhie, dijanjikan akan dijalankan SBY.
"Tapi tidak pernah dilaksanakan karena SBY mendapat tekanan dari menteri-menterinya yang neo-liberal, yang memuja ekonomi pasar bebas ugal-ugalan," katanya.
Menurut Adhie, SBY justru sekarang bersikap terlalu berlebihan menanggapi kritik Rizal. Mulai dari memecat dari presiden komisaris PT Semen Gresik hingga dijadikan sebagai tersangka.
"Presiden SBY tanggapi sikap kritis Rizal terlalu berlebihan," pungkasnya. (mok/asy)











































