"Tentu sudah indikasi dan biasanya yang disampaikan di sana (pertemuan daerah dengan JK) tidak jauh dari kenyataan," ujar Wakil Ketua Umum Partai Golkar Agung Laksono di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (19/2/2009).
Namun demikian, Agung enggan berspekulasi tentang kepastian bubar atau tidaknya duet pemenang Pilpres 2004 itu. Yang jelas, menurut dia, semua keputusan pasti ada konsekuensi-konsekuensinya.
"Karena belum formal diputus, saya tidak bisa beri kesimpulan sebelum diputus. Saya tidak mau berspekulasi," tukasnya.
Agung menyarankan, sebaiknya semua pihak menunggu keputusan formal yang akan diambil DPP soal bubar atau tidaknya SBY-JK.
"Kita tunggu saja surat-suratnya (dari DPD) yang paling lambat harus kumpul akhir Februari atau awal Maret ini," pungkasnya.
Para Ketua DPD I Partai Golkar kumpul dikediaman JK pagi tadi untuk mendesak DPP agar mengusung capres sendiri. Hal itu pun akhirnya disetujui JK sebagai ketua umum. Dengan demikian, karena Partai Demokrat sudah mamastikan SBY sebagai capresnya, maka wacana menduetkan kembali SBY-JK makin diujung tanduk. (lrn/nik)











































