"Itu hak partai Golkar yang harus dihormati. Keputusan itu wajar-wajar saja karena Golkar itu partai besar dan pemenang pemilu," kata Mubarok kepada detikcom Kamis (19/2/2009).
Menurut Guru Besar psikologi islam ini, meski sekarang sudah ada keputusan mengenai rencana mengajukan capres sendiri, Golkar akan kembali berhitung setelah pemilu legislatif. Hal itu didasarkan pada fatsun politik yang rasional.Β Β Β
Β
"Sebagai partai besar, Golkar harus melakukan itu (mengajukan capres). Tetapi ketika akan mengambil keputusan final, pasti akan berhitung lagi setelah pemilu," kata Mubarok.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau nanti betul-betul jadi keputusan, orang pasti akan berhitung tentang apakah layak jual atau tidak. Karena pemilihnya bukan hanya orang Golkar kan, tetapi seluruh rakyat," kata Mubarok.
"Soal duet masih mungkin. Kita lihat saja nanti, karena semua itu terpulang pada hasil pemilu. Tidak bisa sekarang," pungkas Mubarok.
(yid/ndr)











































