"Saya masih anggota PDIP dan tidak ada niatan sama sekali untuk keluar sebagai kader partai," kata Kwik usai diskusi bertajuk 'Kepentingan di Balik Privatisasi BUMN' di Media Center Gerindra, Jl Prapanca, Jakarta Selatan, Rabu (18/2/2009).
Lalu mengapa Kwik mau berbicara di forum Gerindra? Menurutnya, hal itu dalam rangka melihat platform partai-partai politik. Platform tersebut diyakininya sedikit banyak mempunyai manfaat bagi bangsa Indonesia.
Mengenai kemungkinan koalisi antara PDIP dengan Gerindra, Kwik belum bisa berkomentar. Sebab, dia mengaku belum mengetahui bagaimana kekuatan parpol besutan Prabowo Subianto ini.
Menyinggung soal koalisi parpol, Kwik mengatakan, di Eropa antarĀ parpol saling melakukan pendalaman sebelum berkoalisi. Jika tidak cocok, maka bisa mencari parpol lain.
"Di Indonesia ini lucu, dihitung dulu kira-kira partai mana yang dukung saya kalau menjadi presiden. Tidak peduli apakah dia akan membawa pikiran-pikiran saya. Apakah juga pemikirannya sama," pungkasnya. (irw/ken)











































