Wiranto 2 Kali Pertahankan SBY di TNI

Wiranto 2 Kali Pertahankan SBY di TNI

- detikNews
Rabu, 18 Feb 2009 13:11 WIB
Wiranto 2 Kali Pertahankan SBY di TNI
Jakarta - Wiranto bisa saja menjadi kompetitor serius bagi SBY dalam Pilpres 2009. Sebelum terjun ke dunia politik, SBY mempunyai kenangan manis dengan mantan atasannya itu yang pernah sampai dua kali menolong mengamankan karir militernya.

Kisah tersebut bermula pada akhir masa bakti Presiden Soeharto. Ketika itu SBY yang sedang mengejar cita-cita menjadi KSAD, mendapat pemberitahuan dirinya akan ditarik dari militer untuk kemudian menduduki jabatan dalam kabinet baru yang akan dibentuk.

"Saya memohon kepada Panglima TNI untuk diberi kesempatan melanjutkan pengabdian di lingkungan TNI. Pak Wiranto berhasil meyakinkan Pak Harto, dan saya tetap bertugas di TNI," ungkap SBY dalam wawancara khusus di harian Jurnal Nasional, Rabu (18/2/2009).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di masa persiapan pemerintahan Presiden Habibie, kejadian sama terulang. Kembali SBY menjadi nominator kuat untuk sebuah jabatan menteri. Masalahnya cita-cita menjadi KSAD belum tercapai, maka dari itu SBY kembali memohon pada Wiranto untuk mempertahankannya di TNI.

"Di depan saya dan Letjen Agus Widjojo, Panglima TNI melalui telepon berhasil mempertahankan saya di TNI sesuai permohonan saya," ujar SBY.

Sedih Jadi Menteri

Rupanya posisi KSAD memang bukan jodoh SBY, kala duet Gus Dur-Mega tengah menyusun squad kabinetnya lagi-lagi SBY diminta bergabung. Merasa harus istiqomah dengan karir militernya, SBY sempat berpikir menolaknya. Tapi pencerahan singkat dari almarhum Sang Ayah mengubah pendiriannya 270 derajat.

"Beliau bertanya 'Sus, apa yang kamu cari? Pengabdian itu di mana pun kan sama saja'. Kalimat Ayah seperti cahaya yang menerangi hati dan pikiran saya yang waktu itu kusut," paparnya.

Di dalam kabinet pimpinan Presiden Gus Dur yang hanya berumur 1,5 tahun, SBY menjabat sebagai menteri pertambangan dan energi. Sejak itu pula SBY resmi terjun ke kancah politik serta berhenti bercita-cita menjadi KSAD yang merupakan pemegang pucuk pimpinan tertinggi TNI AD.

"Saya sekeluarga sedih sekali," kenang SBY.

(lh/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads