Belum juga reda soal iklan tokoh Muhammadiyah dan NU, PKS kemudian bikin iklan tentang guru bangsa. Soeharto pun disebut PKS sebagai pahlawan dan guru bangsa.
Kini, ketika beberapa tokoh politik sedang terlibat baku sindir, PKS tidak mau diam. Partai dakwah ini lalu menyodok dengan iklan "Satu Bendera". Iklan itu menyindir beberapa tokoh yang terlibat konflik belakangan ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Karena tidak punya indentitas khas yang bisa dijual, lanjut Amien, PKS kemudian mengambil tokoh-tokoh lain. Sekarang PKS ingin menjual konflik partai lain.
Manta Ketua MPR ini juga menyarankan, untuk meraih simpati publik, sebenarnya PKS bisa mengedepankan sikap yang santun. Jadi tidak perlu memanfaatkan tokoh-tokoh dari partai lain.
Sikap PKS yang dianggap kurang santun juga dikatakan Ketua DPP Partai Demokrat (PD) Ruhut Sitompul. Pria berkuncir ini menilai, iklan PKS lebih bernuansa politik adu domba. "Iklan politik itu harusnya bukan untuk memanas-manasi keadaan. Jangan membuat yang kecil dibesar-besarkan dan yang besar dikecilkan," tegas Ruhut.
PDI Perjuangan juga tidak terima dengan iklan PKS yang memuat konflik beberapa tokoh. Sekjen DPP PDIP Pramono Anung Wibowo bahkan menuding, PKS ingin bermain di air keruh. "PKS berharap dapat simpati dengan menjual konflik partai lain," jelas Anung.
Banyaknya tokoh politik yang tidak suka dengan gaya kampanye PKS diprediksi bisa merenggangkan hubungan dengan partai-partai lain. Bahkan PKS bisa dianggap sebagai musuh bersama.
Kalau sudah begini, ungkap pengamat politik Muhammad Qodari, PKS akan rugi 2 kali. Karena selain buang-buang uang PKS juga bakal ditinggalkan pemilihnya. Belum lagi PKS akan dimusuhi oleh partai-partai lain.
"Harusnya, PKS cukup melihat dan diam saja ketika ada parpol yang bertikai. Karena parpol yang bertikai akan turun sendiri kualitasnya di mata masyarakat. Dan mungkin saja PKS akan jadi partai alternatif kemudian," kata Qodari.
Tapi ternyata PKS merasa "gatel" dengan konflik yang terjadi di parpol lain. Dan memasang iklan dengan materi konflik tersebut. Padahal, imbuhnya, iklan seperti itu malah bisa berbalik menjadi senjata makan tuan. PKS bisa dijadikan musuh bersama partai politik lainnya. (ron/ddg)











































