"JK sedang menghadapi manuver musuh-musuh politiknya yang semakin banyak di internal Golkar. Ini akan mengancam posisi JK sebagai capres atau cawapres," kata pengamat politik Universitas Indonesia (UI) Arbi Sanitย kepada detikcom, Selasa (17/2/2009).
Menurut Arbi, sikap JK yang masih enggan menemui SBY merupakan bukti JK sedang gundah dan bukti munculnya bibit-bibit perpecahan duet SBY-JK. Namun Arbi belum berani memastikan duet SBY-JK akan hancur karena masalah yang muncul akhir-akhir ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Arbi menilai JK belum siap bertemu SBY untuk membahas posisinya dalam Pemilu 2009. Hal ini disebabkan karena posisi JK yang tidak pasti di internal Golkar karena banyak elit Golkar yang lain yang siap menghadang langkah JK.
"JK perlu waktu secara fisik untuk bertemu dengan SBY. Karena kalau dia tidak siap dengan jawaban yang mantap, akan berimplikasi fatal untuk selanjutnya. Dia menunggu waktu yang pas, sambil konsolidasi internal dan mengatur kekuatan," pungkas Arbi. (yid/iy)











































