"Itu kan pesannya jelas. Pasti itu dilakukan oleh orang yang tukang adu domba. Bisa jadi itu mainan intel, tidak harus intel negara, tapi bisa intel swasta," kata Arbi pada detikcom, Selasa (17/2/2009).
Menurut Arbi, iklan misterius tersebut berpotensi mengundang fitnah selain menunjukkan sikap tidak gentle. Karena itu semua pihak yang ingin mengawal demokrasi berjalan secara benar, harus melawan cara-cara seperti ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Arbi, semua pihak harus memberikan contoh berpolitik secara sehat. Cara-cara menyebar iklan miterius hanya akan menjadikan rakyat semakin tidak terdidik dalam politik karena selalu dibodohi.
"Memberikan dukungan itu sah-sah saja dalam tindakan politik. Tapi harus dengan cara-cara yang terbuka. Berpolitik secara sehat. Kalau mau berpolitik jangan sembunyi sembunyi," pinta Arbi.
Arbi meminta Bawaslu dan KPU segera membuat aturan yang tegas terkait model kampanye yang demikian. Hal ini sangat penting untuk menghindari perang iklan yang tidak bertanggung jawab.
"Saya kira harus dibuat aturan mengenai sanksi terkait model iklan seperti ini. Jangan dibiarkan karena bisa bahaya nanti," pungkas Arbi.
(yid/iy)











































