"Mengkritik sekeras apa pun juga hal yang lazim saja. Yang tidak lazim adalah memasang iklan misterius. Mirip lempar batu sembunyi tangan," ujar Ketua DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum lewat pesan singkat kepada detikcom, Selasa (17/2/2009).
Hal itu disampaikan Anas merespons munculnya iklan misterius ber-tagline "Katakan Tidak Pada Pemimpin Yang Tidak Penuhi Janji". Iklan berdurasi 34 detik tersebut tayang 3 hari terakhir di 3 televisi nasional tanpa mencantumkan nama penanggung jawab.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sebaiknya dilakukan dengan jantan. Tidak perlu dibikin misterius atau disembunyikan kepada publik. Bukankah publik punya hak untuk tahu?" tegas Anas.
Sementara itu Sekjen Partai Demokrat Marzuki Alie mengatakan SBY tidak pernah mengumbar janji saat kampanye tahun 2004, sehingga iklan tersebut tidak tepat dialamatkan pada pemerintah.
"SBY mengajak bersama-sama membangun bangsa, bukan janji. Makanya slogannya 'Bersama Kita Bisa," pungkasnya.Β
(lrn/nrl)











































