Hal tersebut merupakan satu dari tiga wejangan SBY kepada ratusan kader HMI di Hotel Sahid, Jl Jenderal Sudirman, Jakarta, Senin (16/2/2009).
"Berpartisipasi aktif dalam memberikan pendidikan politik untuk turut aktif dalam memberikan hak suaranya dalam Pemilu 2009," kata SBY.
Partisipasi aktif untuk memberikan hak suara ini, menurut SBY, sesuai dengan gerakan yang akan digagas oleh HMI, yakni "gerakan pemilih cerdas".
Wejangan kedua, menurut SBY adalah sikap untuk mempertahankan netralitas HMI. HMI, diminta SBY untuk mementingkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi dan golongan.
"Prinsip independensi itu sesuai dengan fitrah kemanusiaan, serta menjunjung tinggi kebenaran," imbuh SBY.
SBY juga meminta kepada kader HMI untuk tidak menghalalkan segala cara untuk mewujudkan tujuan politiknya.
Selama 62 tahun berdiri, ujar SBY, HMI telah memberikan kontribusi yang sangat besar bagi bangsa Indonesia. Terutama dalam menciptakan pemahaman tentang keislaman, dan kebangsaan. Sehingga, wajah Islam di Indonesia menjadi inklusif, terbuka dengan berbagai perbedaan yang ada.
"Selama ini, HMI telah mendorong kehidupan keislaman dan kebangsaan," tandasnya.
(anw/lrn)











































